Membuat Buku Besar Dengan VLOOKUP

Belajar Akuntansi & Pembukuan Bisnis UKM.

Pelajari Sekarang Β»

Jika perusahaan tempat kamu bekerja sudah menggunakan software akuntansi, atau bahkan menggunakan sistem ERP yang canggih, kamu tidak perlu repot-repot membuat Buku Besar atau general ledger.

Akan tetapi, adakalanya kita bekerja di sebuah perusahaan yang belum menggunakan software akuntansi apapun, dan kemampuan kamu dalam menggunakan Excel akan sangat membantu. Kali ini, saya akan membahas bagaimana menggunakan Excel untuk membuat pencatatan Buku Besar atau general ledger.

Pada kesempatan ini, saya akan menggunakan contoh pembuatan buku besar untuk jurnal transaksi keuangan sebuah lembaga zakat. Lembaga zakat yaitu sebuah lembaga yang menghimpun dana zakat, dan menyalurkannya kepada yang berhak berdasarkan ketentuan Al-Quran dan Hadits. Sebuah lembaga zakat bisa berbentuk lembaga resmi pemerintah ataupun lembaga swasta yang dikukuhkan oleh pemerintah.

Pada contoh kasus ini, akuntan pada lembaga zakat tersebut telah membuat kode akun serta melakukan penjurnalan harian yang cukup rapi. Setiap transaksi dicatat secara lengkap meliputi tanggal, kode akun, keterangan, referensi, dan debet atau kredit. Antara jurnal transaksi yang satu dengan yang lain dipisahkan dengan 1 baris atau row kosong.

Kode Akun

Dengan menggunakan Excel, kita sebetulnya dapat membuat beberapa alternatif buku besar misalnya dengan menggunakan formula fungsi maupun dengan PivotTable. Tetapi dengan kondisi jurnal seperti diatas, dimana masing-masing transaksi dipisahkan oleh satu baris kosong, saya akan membuat buku besar dengan saldo berjalan menggunakan fungsi VLOOKUP.

Jurnal Umum

Adapun langkahnya adalah sbb:

Membuat Value Yang Unik sebagai lookup_value

Untuk membuat buku besar dengan fungsi VLOOKUP, kita membutuhkan 1 value yang unik. Perlu dicatat bahwa pada fungsi VLOOKUP, jika value yang kita jadikan acuan untuk melakukan VLOOKUP terdiri dari lebih dari satu baris (datanya berulang), fungsi VLOOKUP akan mengambil nilai pada baris atau row paling atas. Untuk itulah mengapa value yang unik diperlukan. Untuk mendapatkan value yang unik pada contoh diatas, saya membuat value baru, yaitu kode akun + referensi.

Buku Besar

Memanggil Data Yang Dibutuhkan Di Buku Besar

Data yang dibutuhkan pada buku besar antara lain Tanggal, Keterangan, serta Debet dan Kredit. Jika lookup_value tidak menemukan data yang dimaksud, dia akan menghasilkan error #N/A. Agar buku besar menjadi lebih rapi, saya menghilangkan error #N/A menggunakan fungsi IFERROR.

Membuat Kolom Saldo Berjalan

Langkah selanjutnya adalah membuat kolom saldo berjalan dengan perhitungan matematika sederhana. Saldo berjalan yaitu saldo yang menunjukkan saldo setiap saat.

Loading…

  • 26
    Shares

20 thoughts on “Membuat Buku Besar Dengan VLOOKUP”

  1. Gan sy biasa mengerjakan laporan pembayaran customer dg vlookup,contoh sheet 1 sy pake untuk data paten dan sheet 2 untuk update data harian sehingga data di sheet 1 otomatis berubah setiap sy lakukan update di sheet 2 (yg jd acuan sy adl nilai piutang nasabah).jadi apabila nasabah membayar otomatis piutangnya berkurang dan di kolom piutang jg sy kasih rumus pake Conditional Formating agar shg sll berubah warna bila ada yg membayar dikolom tsb.Pertanyaan sy bagaimana caranya kalau ada nasabah yg membayar yg berubah warnanya tidak hanya dikolom piutang saja tetapi juga di semua kolom.misalnya piutang tersebut ada di range D no 2 dan sudah berubah warna tetapi sy ingin no 2 range A,B,C,D,E dst jg ikut berubah.mohon pencerahanya,terimakasih

  2. artikel membuat buku besar dengan VLOOKUP tidak beres/tidak ada contoh rumusnya,,mhon penjelasannya untuk cara membuat buku besar dengan VLOOKUP

  3. gan ini ga ada sample datanya biar bisa didownload dan langsung praktek? ini kayanya kurang efisien kalo disuruh ngetik datanya dulu

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.