Advertisements
 
Home ยป Fungsi INDEX Beserta Contoh Penggunaannya

Fungsi INDEX dan Contoh Penggunaannya






Fungsi INDEX merupakan fungsi dalam kategori fungsi Lookup & Reference bersama dengan VLOOKUP dan MATCH. Kegunaan fungsi INDEX adalah untuk mengambil atau menghasilkan sebuah nilai dari range atau tabel. Dengan kata lain, fungsi ini akan mengambil suatu nilai tertentu di range atau tabel sesuai yang kita inginkan.

Baca Juga: Menggunakan Fungsi VLOOKUP

Sebagai contoh, saya memiliki tabel sederhana buah dan sayur sebagai berikut:

Apel Tomat
Jeruk Wortel
Melon Cabe

 

Jika kita ingin mengambil nilai “Wortel”, kita bisa melakukannya dengan fungsi INDEX dengan cara mengindex lokasi nilai yang kita inginkan. Pada contoh di atas, nilai “Wortel” terletak atau berada pada row ke-2 column ke-2.

Pada tulisan ini, kami akan membahas kegunaan fungsi INDEX, tipea atau format INDEX dan cara penulisannya, serta contoh penggunaan INDEX.

Kegunaan Fungsi INDEX

Fungsi INDEX digunakan untuk menghasilkan suatu nilai tertentu dari suatu range atau tabel dengan cara mengindex atau menentukan lokasi dimana nilai tersebut berada. Lokasi suatu nilai pada suatu range atau tabel ditentukan oleh posisi row dan column.

2 Tipe Fungsi INDEX beserta Syntaxnya

Ada dua tipe atau format INDEX yaitu format Array dan format Reference.

1. Format Array

Digunakan untuk menghasilkan suatu nilai dalam suatu rang yang ditentukan dengan posisi row dan column.

Syntax

INDEX(array, row_num, [column_num])

  1. array (wajib diisi) yaitu range atau tabel tempat nilai yang akan di-INDEX berada.
  2. row_num (wajib diisi) yaitu
  3. column_num (opsional)

 

Untuk memudahkan memahami INDEX, kita bisa mengilustasikan range sebagai sebuah matriks dengan rumus INDEXnya sebagai berikut:

=INDEX(rannge, baris, kolom)

Jika digambarkan sebagai sebuah matriks, sususan sebuah row dan column pada sebuah range adalah sebagai berikut:

Baca Juga  Menggunakan Fungsi Find untuk Menemukan Teks
1.1 1.2 1.3
2.1 2.2 2.3
3.1 3.2 3.3

Dimana angka pertama menunjukkan row dan angka kedua menunjukkan column. Sehingga, index 2.3 berarti row ke-2 dan column ke-3.




Sebagai contoh, pada kasus tabel sayuran dan tomat seperti contoh diatas, terdiri dari 3 row dan 2 column.

fungsi index

Maka sususan matriksnya adalah sebagai berikut:

1.1 1.2
2.1 2.2
3.1 3.2

Dimana Apel ada di row ke-1 column ke-1, Jeruk ada di row ke-2 column ke-1, Wortel ada di row ke-2 column ke-2 Cabe ada di row ke-3 dan column ke-3 dll.

Jadi, jika kita ingin mengambil “Wortel”, rumus INDEXnya adalah sebagai berikut:

=INDEX(A1:B3,2,2)

2. Format Reference

Syntax

INDEX(reference, row_num, [column_num], [area_num])

Digunakan untuk mengambil atau menghasilkan nilai dari suatu range dimana range-nya ada diantara sekumpulan range yang dinyatakan dalam reference.

INDEX ini digunakan jika kita bekerja dengan beberapa range sekaligus, sehingga memduahkan saat menuliskan formula.

Dalam arti kita hanya menuliskan rumus atau formula satu kali, lalu tinggal copy paste ke cell lain.

Contoh penggunaan INDEX dengan format range akan dibahas lebih lanjut pada bagian lain, insya Allah.

Contoh Penggunaan INDEX Pada Pekerjaan

Fungsi INDEX banyak digunakan pada beberapa keadaan dan bidang pekerjaan.

Pada departemen keuangan, contoh penggunaan INDEX diantaranya adalah untuk menampilkan current position (posisi sekarang), misalnya untuk menampilkan harga-harga pada bulan berjalan.




Sebagai contoh, seorang Pengusaha Martabak ingin mengetahui harga bahan baku martabak seperti pada gambar.

harga bulan ini

Dengan menggunakan fungsi INDEX, pada kolom O4 rumusnya adalah sebagai berikut:

=INDEX(B4:M4,1,8)

Copy rumus ke bawah sampai O8.

Agar lebih menarik dan juga fungsional, Anda bisa mengganti argumen column_num (nilai 8 atau column ke-8) dengan dengan fungsi MONTH yang me-refer ke cell P1. Tentu saja, Anda juga bisa mengganti argumen row_num.

Baca Juga  Cara Melakukan Rekonsiliasi Bank dengan Fungsi Match Pada Excel

=INDEX(B5:M5,1,MONTH(P2))

Advertisements

Comments

Fungsi INDEX Beserta Contoh Penggunaannya — 4 Comments

  1. Rumus yang ini saya jarang pakai
    Paling penjumlahan, kurang, kali persen dan yg paling rumit buat saya adalah konversi ke diagram.
    Pernik2nya bikin mata jereng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *