Advertisements
 
Home » Fungsi HLOOKUP dan Contoh Penggunaannya

Fungsi HLOOKUP

Fungsi HLOOKUP merupakan salah satu fungsi yang ternasuk dalam kategori Lookup & Reference, bersama dengan INDEX, MATCH dan VLOOKUP.




Baca Juga: Rumus Excel untuk Mengambil Nama Depan

Fungsi HLOOKUP pada dasarnya sama dengan VLOOKUP. Bedanya, jika VLOOKUP berfungsi mencari sebuah value secara vertikal (dari atas ke bawah) dan menampilkan nilai lain yang sebaris dengan tersebut, HLOOKUP mencari value secara horizontal (dari kiri ke kanan), lalu menampilkan nilai lain yang sekolom dengan nilai tersebut sesuai yang diinginkan.

Sebagai ilustrasi, berikut saya berikan contoh:

fungsi hlookup

Tabel di atas merupakan data penjualan 4 varian mie instan sebuah toko dari bulan Januari sampai Juni 2016. Tabel disusun secara vertikal dimana varian mie instan disusun dari kiri ke kanan, sedangkan data per bulan disusun dari atas ke bawah.

Tujuan kita adalah ingin mencari tahu berapa jumlah penjualan mie instan Soto Ayam pada bulan Mei? Untuk data dengan model tabel seperti ini, akan lebih cocok menggunakan HLOOKUP daripada VLOOKUP.

Syntax HLOOKUP

Syntax HLOOKUP hampir sama dengan VLOOKUP, kecuali index column diganti dengan index row:

=HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,[range_lookup])

  • lookup_value (wajib diisi) yaitu nilai yang digunakan untuk mencari data yang diinginkan. Pada contoh simulasi di atas, lookup valuenya adalah “Tepung Terigu”
  • table_array (wajib diisi) yaitu range atau tabel yang akan digunakan untuk mencari data yang diinginkan. Agar mudah diingat, table array bisa kita sebut dengan tabel vlookup. Pada contoh di atas, tabel vlookupnya adalah data stock barang.
  • row_index_num (wajib diisi) yaitu nomor urut row atau baris yang akan kita ambil nilainya sesuai dengan nomor kolom yang ada di tabel. Jika kita isi dengan nilai kurang dari 1 akan menghasilkan ERROR #VALUE!. Sedangkan jika kita isi dengan angka yang lebih besar dari jumlah kolom yang ada dalam tabel, akan menghasilkan error #REFF!.
  • range_lookup (opsional) yaitu nilai TRUE atau FALSE. TRUE digunakan jika kita ingin hasil yang mendekatai (pendekatan). Sedangkan, FALSE digunakan jika kita ingin hasil absolut atau pasti. Agar syntax rumus kita jadi lebih singkat, TRUE dan FALSE bisa diganti dengan nilai 0 untuk FALSE dan 1 untuk TRUE. (Ingat FALSE=0, TRUE=1)
Baca Juga  Menghitung Jumlah Hari Di Antara Dua Tanggal

 

Contoh HLOOKUP

Pada ilustrasi di atas, kita akan mencari berapa jumlah penjualan mie instan varian Soto Ayam pada bulan Mei.

Rumus HLOOKUP pada cell D14 adalah sebagai berikut:

syntax-hlookup

=HLOOKUP(C14,$C$4:$F$11,6,0)




Output dari rumus HLOOKUP pada cell D14 akan menghasilkan nilai 2200 sebagai berikut:

output-hlookup

Advertisements

Comments

Fungsi HLOOKUP dan Contoh Penggunaannya — No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *